Refleksi kecil pengabdianku

Standard

images teacher

Enam tahun sudah. Tak terasa…saat ini aku sudah menginjak tahun ke 6 mengabdikan diri sebagai pendidik di LP3i. Terus terang aku merasa lebih nyaman disebut sebagai pendidik (edukator) atau pengajar (teacher) dibanding disebut sebagai dosen, walaupun secara formal di LP3i sebutan itulah yang disematkan padaku.

Pagi ini, aku membuka kembali memoriku. Kala itu, 9 tahun berkarir sebagai profesional di berbagai perusahaan tak juga membuatku menemukan apa yang aku cari. Saat itu, saat aku memutuskan mengambil sebuah kesempatan untuk menemukannya, aku sadar bahwa aku akan masuk dalam dunia yang sangat berbeda dengan apa yang sudah kugeluti selama 9 tahun. Aku juga menyiapkan diri untuk selalu menjadi pribadi yang ikhlas…ini karena dunia yang baru kumasuki itu tak bisa memberikan imbalan secara finansial yang besar bila dibandingkan dengan apa yang telah kuperoleh sebelumnya. Tapi…entah kenapa…panggilan itu begitu kuat. Continue reading

Jadilah yang unggul untuk jadi pemenang

Standard

winner

Siapa yang tak mengalami persaingan saat ini? Saya rasa tak ada. Tak satupun perusahaan di dunia ini yang luput dari persaingan di era globalisasi seperti sekarang. Tapi siapakah yang akan memenangkan persaingan? Adalah mereka yang memiliki keunggulan bersaing dan memanfaatkannya secara optimal.

Continue reading

Ketika anakku mulai narsis

Standard

narsis

Sore akhir pekan itu saat membersihkan kamar Aqis, anak saya yang berumur 10 tahun,  muncul iseng  untuk membuka PC Tabletnya.  Terkadang saya membuka untuk mengetahui games – games apa yang biasa ia mainkan atau ia download. Saat saya  membukanya, saya sedikit geli melihat banyak sekali foto selfie  Aqis dalam berbagai pose ala fotomodel. Masih lugu sih…Cuma saya  tidak menyangka kalau ia sudah bisa bergaya seperti itu…sangat berbeda dengan kesehariannya yang tampak biasa saja dengan jilbabnya.  Saat  saya tunjukkan pada suami, muncul komentar “ jangan-jangan mama dulu juga narsis kayak dia”

Continue reading

Bagaimana menciptakan jasa / layanan yang berkualitas?

Standard

Service-Quality

I.        PENGERTIAN KUALITAS JASA / LAYANAN

Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2001). Sedangkan kualitas jasa / layanan memiliki beberapa definisi. Zeithaml (1990: 19) memberikan definisi atas kualitas jasa sebagai   The extent of discrepancy between customer’s expectations or desires and their perceptions yang kurang lebih memiliki arti: “ Ketidaksesuaian antara harapan atau keinginan konsumen dengan persepsi konsumen

Continue reading

Tentang ISO 9000

Standard

iso 9000

Standar ISO 9000 diperkenalkan tahun 1987 oleh the International Organisation for Standardisation di Jenewa, Swis. Standar ISO 9000 didasarkan pada konsep bahwa karakteristik minimum tertentu sistem manajemen kualitas dapat distandarisasi, sistem manajemen kualitas memberikan manfaat kepada pemasok dan pelanggan, dan berfokus pada proses.

Continue reading

Masihkah kita merasa berat untuk berbagi dengan sesama kita?

Video

Bersedekah itu indah, dan apa yang kita sedekahkan tidak akan hilang untuk selama -lamanya.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (Q.S. Saba 34:39)

 

Pengukuran kinerja manajemen dengan Balance Score Card

Standard

PENGERTIAN  BALANCE  SCORE CARD

Menurut Kaplan dan Norton (1996), Balanced Scorecard merupakan:

“… a set of measures that gives top managers a fast but comprehensive view of the business … includes financial measures that tell the results of actions already taken … complements the financial measures with operational measures on customers satisfaction, internal processes, and the organization’s innovation and improvement activities – operational measures that are the drivers of future financial performance.”

Sementara, Anthony, Banker, Kaplan, dan Young (1997) mendefinisikan Balanced Scorecard sebagai: “a measurement and management system that views a business unit’s performance from four perspectives: financial, customer, internal business process, and learning and growth.”

Continue reading