Tentang ISO 9000

Standard

iso 9000

Standar ISO 9000 diperkenalkan tahun 1987 oleh the International Organisation for Standardisation di Jenewa, Swis. Standar ISO 9000 didasarkan pada konsep bahwa karakteristik minimum tertentu sistem manajemen kualitas dapat distandarisasi, sistem manajemen kualitas memberikan manfaat kepada pemasok dan pelanggan, dan berfokus pada proses.

ISO 9000 juga memuat prosedur  manajemen, yang di dalamnya termasuk pendokumentasian proses disain, produksi dan distribusi untuk menghasilkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Kata ‘ISO’ yang menjadi nama dari organisasi ini, berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘Isos’ yang berarti ‘sama’ atau ‘equivalent’. Dalam bentuk modern kata ‘Isos’ kemudian ditransformasikan menjadi ‘Iso’ – seperti yang digunakan dalam istilah Isotermis (kesamaan panas), Isobar (kesamaan tekanan), dll. Kata ini diadopsi oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi menjadi nama dari organisasinya disamping karena kemiripan arti kata ini dengan tujuan organisasi, juga karena kata tersebut memiliki bentuk yang paling mendekati dengan singkatan nama organisasi. ISO merupakan kepanjangan dari International Organization for Standardization. ISO adalah badan standar dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang berkaitan dengan perubahan barang dan jasa. ISO dapat disimpulkan sebagai koordinasi standar kerja internasional, publikasi standar harmonisasi internasional, dan promosi pemakaian standar internasional.

Standar ISO 9000 diciptakan untuk memenuhi 5 (lima)  tujuan, yaitu:

1) Mencapai, mempertahankan, dan menemukan perbaikan kualitas produk secara terus menerus dan berkesinambungan (termasuk layanan) dalam hubungannya dengan persyaratan,

2) Meningkatkan kualitas operasi secara terus menerus untuk memenuhi harapan konsumen dan pemilik perusahaan,

3) Memberikan kepercayaan kepada manajemen internal dan pekerja bahwa persyaratan kualitas

telah terpenuhi dan perbaikan telah dilakukan,

4) Memberikan kepercayaan kepada konsumen dan pemilik bahwa persyaratan kualitas telah terpenuhi dalam produk yang dikirimkan,

5) Memberikan kepercayaan bahwa persyaratan system kualitas telah terpenuhi.

ISO 9000 adalah nomor acuan pada suatu seri standar internasional yang menjabarkan kriteria sistem manajemen kualitas. Pada standar tersebut terdapat persyaratan mendasar bagi organisasi yang berkeinginan untuk menerapkan system manajemen kualitas. ISO 9000 mendefinisikan standar sistem kualitas, didasarkan premis bahwa karakteristik tertentu dari praktek-praktek manajemen kualitas dapat distandarkan dan didisain dengan baik, diterapkan dengan baik, pengelolaan system kualitas secara hati-hati akan memberikan kepercayaan bahwa output akan memenuhi persyaratan dan harapan konsumen.

Saat ini standar seri ISO 9000 diterima secara luas sebagai standar minimum sistem kualitas perusahaan. Pada dasarnya, standar seri ISO 9000 merupakan rangkaian standar sistem kualitas yang menggambarkan praktek-praktek kualitas yang baik, namun tanpa menjelaskan bagaimana suatu perusahaan harus mencapainya. Standar ISO 9000 menyediakan persyaratan sistem manajemen

kualitas bagi perusahaan, namun upaya untuk memenuhi standar tersebut tidak diatur di dalam ISO 9000. Artinya organisasi sendiri yang harus berupaya mencapai ketentuan yang dipersyaratkan dalam standar tersebut.

Rangkuman hasil-hasil penelitian yang disampaikan Chow-Chua, et al. (2002) dalam Purnama (2005)  semakin memberikan keyakinan bahwa sertifikasi ISO memberikan manfaat besar bagi perusahaan dalam banyak hal. Manfaat-manfaat tersebut bisa dikelompokkan ke dalam manfaat yang bersifat internal dan ekternal, yang dijelaskan di bawah ini:

A. Manfaat Internal

Manfaat internal merupakan manfaat yang dirasakan dan bisa dilihat di dalam lingkup internal organisasi, yang meliputi:

–          Kesadaran terhadap kualitas semakin besar

–          Prosedur dokumentasi lebih baik

–           Instruksi dan prosedur kerja lebih jelas

–          Pertanggungjawaban pekerjaan semakin jelas

–          Menghilangkan kelebihan pekerjaan/mengurangi

pekerjaan yang tidak penting

–          Memberi peluang akses, pelacakan, dan pemeriksaan

prosedur kerja yang mudah

–          Mengurangi pemborosan dan inefisiensi

–          Membantu perbaikan yang kontinyu

–          Daya ingat/retensi staf lebih besar

–          Meningkatkan profitabilitas

B. Manfaat Eksternal

Manfaat eksternal merupakan manfaat yang berkaitan dengan kondisi faktor eksternal, meliputi:

–          Citra (image) perusahaan lebih baik

–          Layanan konsumen lebih baik

–          Kepuasan konsumen meningkat

–          Keunggulan bersaing lebih besar

–          Memperbesar pangsa pasar

–          Peluang ekspor lebih besar

–          Ekspansi ke pasar internasional

Gambar berikut adalah tahap – tahapan perkembangan dari ISO 9000:

Evolution_of_ISO_9000_series

 REFERENSI:

Purnama, Nursya’bani, (2005),  “ Tinjauan kritis terhadap Implementasi ISO 9000 “ Jurnal   Siasat Bisnis, No. 10, Vol. 2, hal 163 – 178,  Desember 2005.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s